fbpx
vaksin kucing

Fakta Vaksin Kucing, Cat Lovers Wajib Tahu!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Seekor kucing tentu saja dapat terserang penyakit layaknya manusia. Untuk melakukan pencegahan penyakit, kamu dapat memberikan vaksin kucing. Sebenarnya, pada awal kucing lahir mereka telah dibekali imun dari susu induknuya. Namun, seiring bertambahnya usia kucing maka imunitas lokal akan berkurang.

Pemberian vaksin kucing dapat menjadi solusi. Vaksinasi dapat meningkatkan sistem kekebalan dan menjadi tameng dalam tubuh kucing untuk melawan virus pembawa penyakit. Tetapi mungkin kamu masih belum paham nih jenis vaksin kucing apa yang dibutuhkan oleh kucing kamu dan juga pertanyaan-pertanyaan lain seperti: kapan waktu yang tepat untuk memberikan vaksin pada kucing? vaksin kucing harus berapa kali? dan harganya berapa ya?

Yuk, langsung simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu Vaksin Kucing?

Vaksin kucing
Foto: whiskasindonesia.com

Vaksin adalah zat atau senyawa yang diberikan ke dalam tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap suatu penyakit. Oleh karena itu terdapat vaksin khusus yang digunakan untuk membantu membentuk kekebalan tubuh kucing kamu. Manfaat vaksinasi kucing:

  • Meningkatkan imunitas tubuh pada penyakit tertentu
  • Meningkatkan kekebalan tubuh pada suatu penyakit
  • Mengurangi kemungkinan terserang penyakit tertentu
  • Mengurangi risiko kematian dini
  • Mengurangi biaya perawatan jangka panjang
  • Memperpanjang usia kucing

Jenis Vaksin Kucing

Secara umum, vaksin dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu inti dan nonesensial. Vaksin inti direkomendasikan untuk semua anak kucing. Sedangkan vaksin nonesensial dapat diberikan tergantung pada resiko paparan penyakit tertentu.

Feline Viral Rhinotracheitis, Calicivirus, dan Panleukopenia (FVRCP)

FVRCP merukapan vaksin inti yang diberikan kepada anak kucing ketika berusia 4-6 minggu. Kemudian dilanjutkan setiap 2-4 minggu sekali pada anak kucing berusia 18-20 minggu. Pada kucing dewasa, FVRCP juga dapat diberikan tetapi memiliki frekuensi yang berbeda dengan anak kucing.

Rabies

Dapat diberikan ketika saat kucing berusia 12 minggu dan diulangi setiap satu tahun sekali. Vaksin ini digunakan untuk pencegahan penyakit menular yaitu rabies.

Pemberian vaksinasi akan dapat mencegah penyakit seperti:

  1. Flu Kucing : Penyakit yang disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk feline herpesvirus (FHV) dan feline calicivirus (FCV). Flu kucing memengaruhi mata, mulut, dan saluran udara.
  2. Feline panleukopenia virus (FPV): infeksi virus yang sering fatal yang menyebabkan diare dan muntah.
  3. Feline leukaemia virus (FeLV): virus ini menekan sistem kekebalan tubuh, membuat kucing yang terinfeksi sangat rentan terhadap penyakit lain.

Di luar dua vaksinasi yang dijelaskan di atas, terdapat vaksin kucing tambahan yang dapat diberikan sesuai rekomendasi dokter, yaitu:

  • Feline leukemia, yakni penyakit serius akibat infeksi virus yang belum ada obatnya. Virus ini dapat menular kucing lainnya melalui kontak air liur, feses, urine, dan susu yang dikonsumsi secara bersamaan.
  • Bordetella, bertujuan mencegah infeksi bakteri yang menyerang sistem pernapasan atas dan dapat menyebabkan kucing bersin dan belekan.
  • FIV, dapat meminimalisir munculnya penyakit yang berhubungan dengan gangguan immunidefisiensi (tidak bisa melindungi diri dari virus dan bakteri)
  • Klamidia, yakni infeksi bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing serta infeksi saluran pernapasan atas.
  • Dermatofitosis, yakni infeksi jamur yang mengakibatkan kerontokan bulu serta peradangan kulit. Infeksi ini dapat menular ke manusia jika melakukan kontak langsung dengan area yang mengalami infeksi.

Menurut dokter hewan, ketika anak kucing masih berusia 0 hari atau beberapa hari setelah lahir, vaksinasi tidak akan berguna. Hal tersebut dikarenakan anak kucing telah diberikan antibodi oleh induknya melalui ASI. Ketika kucing sudah berusia delapan minggu, antibodi yang diberikan melalui ASI sudah mulai menurun, maka inilah waktu yang tepat:

  • 3 bulan (12 minggu) = Rhinotracheteitis, Panleukopenia, Calicivirus
  • 4 bulan (16 minggu) = Rhinotracheteitis, Panleukopenia, Calicivirus, Chlamydia
  • 5 bulan (20 minggu) = Rabies
  • Ulangan 1 tahun sekali/ kucing yang belum pernah vaksin (>6 bulan) = Rhinotracheteitis, Panleukopenia, Calicivirus, Chlamydia, Rabies

Namun, ketika kamu ingin memberikan vaksinasi kepada kucing kamu, akan lebih baik jika kamu berkonsultasi dahulu kepada dokter hewan

Adakah Efek Samping Setelah Vaksin?

Sebelum kamu akan melakukan vaksinasi kucing, terdapat syarat-syarat yang harus kamu ketahui agar kucing kamu tidak mengalami efek samping berat. 

  • Pastikan kucing kamu dalam keadaan sehat dan tidak hamil
  • Pantau kesehatan kucing selama 2 minggu sebelum vaksin
  • Usia telah cukup (> 3 bulan)
  • Penyuntikan vaksin hanya dilakukan oleh dokter hewan
  • Istirahatkan kucing sebelum vaksin jika setelah menempuh perjalan jauh

Pemberian vaksinasi merupakan prosedur medis yang kemungkinan kecil memberikan efek samping. Dalam banyak kasus, risiko efek samping jauh lebih kecil dari risiko penyakit yang akan menyerang kekebalan tubuh kucing itu sendiri. Oleh karena itu, penting sekali untuk berkonsultasi terlebih dahulu mengenai kesehatan kucing kepada dokter hewan.

Efek samping yang paling sering terjadi setelah vaksinasi adalah timbulnya pembengkakan pada wajah kucing. Adapun tanda-tanda klinis lainnya seperti demam, lesu, kehilangan nafsu makan, muntah, diare, nyeri, pembengkakan, bulu rontok sekitar tempat suntikan, sulit bernafas, kejang, dan pincang.

Jika kucing kamu mengalami tanda-tanda seperti di atas secara berkepanjangan setelah melakukan vaksin, segeralah membawanya ke dokter hewan agar dapat ditangani dengan tepat.

Harga Vaksin Kucing Mahal atau Murah?

Harga vaksinasi kucing  tergantung dari cat clinic atau dokter hewan. Namun, untuk kisaran harganya, vaksinasi kucing memiliki harga sesuai dengan jenis vaksin dan merek obat. Untuk vaksin Rhinotracheitis, Panleukopenia, Calicivirus harganya sekitar Rp. 80.000 – Rp. 150.000. Vaksin Rhinotracheteitis, Panleukopenia, Calicivirus, Chlamydia harganya sekitar Rp. 170.000 – Rp. 200.000. Kemudian, untuk vaksin rabies berkisar dari harga Rp. 30.000 – Rp. 100.000.

Jadi gimana cat lovers? Vaksin kucing memiliki banyak manfaat kan? Jadi tunggu apa lagi! Yuk segera vaksinasi kucing kamu, agar kucing kesayangan kamu tidak mudah terserang penyakit.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *