fbpx
Kucing gendut

Kucing Kamu Gendut? Hati-Hati, Bisa Jadi Obesitas!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Bahaya obesitas pada kucing harus selalu kita waspadai nih, Cat Lovers. Karena ternyata banyak banget kucing yang kelihatan gendut itu menggemaskan, eh tapi ternyata obesitas! Makanya, kita sebagai Cat Lovers harus selalu bisa menjaga dan menakar makanan kucing dengan baik. Biar nantinya kucing kita tidak obesitas dan terkena penyakit-penyakit berbahaya lain. Obesitas pada kucing adalah masalah yang makin meningkat, seperti pada manusia. Hal ini dapat berdampak serius seumur hidup pada kucing, dimana bisa memengaruhi kesehatan, kualitas hidup, dan fungsi tubuhnya.  Nah, Cat Lovers perlu memahami bahaya-bahaya yang terjadi apabila kucing mengalami obesitas, serta ciri-cirinya.

Obesitas pada Kucing

Kucing gendut
via gerava.com

Obesitas adalah ketika jumlah lemak di tubuh kucing itu berlebihan, Cat Lovers. Kucing yang terlihat gendut harus diwaspadai kelebihan berat badan kalau berat tubuhnya lebih dari 10% dari berat ideal kucing seumurnya. Sedangkan jika berat badannya sudah melebihi 20% dari berat ideal, maka kucing sudah dianggap obesitas. Kucing yang obesitas bisa menjadi bahaya karena memicu penyakit lain, seperti diabetes atau bahkan masalah sendi. Biasanya, kucing yang berisiko tinggi terkena penyakit obesitas atau kegendutan ini adalah kucing yang berusia antara 5-11 tahun. Penting banget bagi Cat Lovers untuk selalu memeriksakan berat badan kucing ke dokter hewan secara rutin!

Ada beberapa faktor tertentu yang mungkin bikin kucing lebih sulit berusaha menghindari kenaikan berat badan dan obesitas:

  • Jika mereka adalah kucing jenis Eropa berambut pendek, bukan ras murni
  • Jika mereka berusia antara lima hingga 10 tahun, ketika aktivitasnya mulai menurun
  • Jika mereka diberi makan sangat sering dan lebih banyak dari porsi yang disarankan
  • Jika mereka gugup, tertekan, atau menderita ketegangan mental atau emosional
  • Jika mereka jantan

Kalo kucing telah dikebiri atau disterilkan, berat badannya juga cenderung naik; operasi tersebut mengurangi kebutuhan energi kucing kurang dari sepertiga saja, sedangkan nafsu makan mereka dapat naik antara 18% dan 26%.

Jika kucing Cat Lovers kegendutan atau bahkan obesitas, tubuhnya mulai menyimpan makanan yang dikonsumsi sebagai lemak, bukan menggunakannya, karena energi yang keluar lebih sedikit daripada yang masuk. Lemak ini kemudian mulai memengaruhi fungsi tubuh saat terserap ke organ-organ tertentu. Berat badan tambahan memberi tekanan pada sistem internal dan persendian kucing, yang menyebabkan serangkaian risiko kesehatan.

Risiko Kucing Obesitas

kucing obesitas
kucing obesitas

Obesitas dapat memperpendek umur kucing dan membuat mereka rentan terserang penyakit. Pada kucing, peningkatan mortalitas 2,8 kali lipat terjadi pada kucing gemuk (berusia 8-12 tahun) dibandingkan dengan kucing kurus. 

Lemak pada kucing sering dianggap sebagai jaringan yang relatif tidak aktif, yang hanya menyimpan energi berlebihan dan menambah massa tubuh. Padahal, jaringan lemak tersebut aktif secara biologis. Lemak mengeluarkan hormon inflamasi dan menciptakan stres oksidatif pada jaringan tubuh, yang berkontribusi pada banyak penyakit. 

Kucing yang obesitas meningkatkan risiko untuk mengalami beberapa penyakit, seperti:

  • Berbagai jenis kanker, diabetes melitus, penyakit jantung, dan hipertensi.
  • Osteoartritis dan degenerasi sendi yang terjadi lebih awal.
  • Batu kandung kemih.
  • Komplikasi anestesi karena kucing kurang tahan panas.

Kucing obesitas yang berhenti makan berisiko besar untuk mengalami kondisi yang mengancam nyawa, yaitu lipidosis hati. Komplikasi lainnya yang bisa dialami kucing obesitas yaitu masalah kulit dan kesulitan melawan penyakit menular. 

Ciri-ciri Kucing Obesitas

Kucing & Cake
via pinterest.com
  • Kesulitan bernafas dan cepat lelah

Kucing obesitas akan mengalami kesulitan ketika bernafas yang ditandai dengan suara keras saat bernafas. Ia pun lebih cepat lelah dan menghabiskan banyak waktu untuk tidur.

  • Kulit berminyak dan berketombe

Sulit bagi kucing obesitas untuk bergerak dan melakukan grooming atau membersihkan bulunya sendiri. Kondisi ini membuat kulit dan bulunya menjadi kotor, berminyak dan berketombe.

  • Malas bergerak

Apakah kucingmu yang dulu aktif kini sangat malas bergerak? Kondisi ini hal normal bagi kucing yang sudah tua. Namun, jika kucingmu masih muda tapi tidak suka bermain atau melompat layaknya kucing pada umumnya, itu bisa jadi salah satu ciri obesitas.

  • Mengalami gangguan saluran perkencingan

Sulit juga bagi kucing obesitas untuk jongkok atau membersihkan anusnya sendiri. Hal ini dikarenakan beban berat pada tulang belakang dan sendinya. Akibatnya, kucingmu akan mengalami kesulitan BAB dan terkena infeksi saluran kencing.

  • Keberadaan tulang rusuk

Kucing dengan berat badan normal akan menunjukkan keberadaan tulung rusuknya ketika bagian dadanya diraba. Berbeda halnya dengan kucing obesitas yang tulang rusuknya tidak mudah diraba karena timbunan lemak.

Terus, Gimana Kalo Kucing Kita Ternyata Obesitas?

Kucing obesitas
via freepik.com

Sebaiknya Cat Lovers segera berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan solusi mengatasi kucing obesitas terbaik. Sementara itu, berikut beberapa cara yang mungkin dilakukan untuk membantu kucingmu mengontrol berat badan:

  • Berikan pakan rendah kalori

Salah satu penyebab kucing mengalami obesitas adalah porsi makan berlebihan. Selain porsi, kandungan nutrisi makanannya juga harus diperhatikan. Mulailah memberikan kucing pakan yang rendah kalori untuk mengontrol berat badannya agar tidak semakin tinggi.

  • Rutin timbang berat badannya

Usahakan untuk terus mengontrol porsi dan jenis pakan yang dikonsumsi kucing dengan rutin menimbang berat bedannya. Dengan cara ini, lebih mudah untuk mengetahui apakah kucing kesayangan Cat Lovers telah mengalami penurunan berat badan atau belum.

  • Kurangi kuantitas makanan

Kalo kucing ternyata tidak menunjukkan penurunan berat badan, jangan ragu untuk mengurangi kuantitas makanannya. Walapun rasanya kasihan dan gak tega, pengurang kuantitas makanan harus tetap dilanjutkan.

  • Lakukan perlahan

Kucing kita memang perlu menurunkan berat badan, namun pastikan prosesnya berjalan secara perlahan. Jangan memaksanya menurunkan berat badan dengan drastis karena hal tersebut dapat menyebabkannya penyakit hepatic lipidosis (fatty liver). Penurunan berat badan kucing yang tidak mengganggu kesehatan berada di kisaran 200 – 400 gram per bulan.

Nah, gimana Cat Lovers, info obesitas pada kucing ini? Jadi, jangan gemes aja sama kucing gendut, ya. Kita harus selalu bisa mengawasi juga berat badan kucing kita! Semoga bermanfaat ya, Cat Lovers!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *