fbpx
Happy cat

Kutu Kucing dan Cara Menyembuhkannya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Sering gak sih, Cat Lovers menemukan kutu di badan kucing kalian? Kira-kira berbahaya atau tidak ya? Terus, apa benar kutu kucing menular ke manusia? Kutu kucing itu berasal dari mana sih? Ternyata, kutu kucing adalah parasit yang sering sekali ditemukan di banyak kucing. Bahkan, kucing yang bersih sekalipun bisa banget tertular dari kucing lain yang pernah ditemuinya. Makanya, Cat Lovers harus rajin menjaga kebersihan kucing peliharaan, agar bisa terhindar dari kutu. Agar kucing Cat Lovers bisa bebas dari kutu dan tidak semakin khawatir akan bahayanya, mari simak fakta kutu kucing berikut ini!

Kucing menggaruk
via thesprucepets.com

Apa Itu Kutu Kucing?

Kutu kucing (Ctenocephalides felis) atau pinjal kucing adalah parasit yang sering ditemukan di kucing domestik di seluruh dunia. Pinjal ini hinggap di antara bulu-bulu kucing dan hidup dengan mengisap darah kucing-kucing kalian. Akibatnya, kucing merasa gatal dan tidak nyaman, atau bahkan terluka karena terlalu sering menggaruk badannya. Biasanya, pinjal kucing akan melompat dari satu kucing ke kucing lain, kemudian mulai bertelur dan terus berkembang biak. Selain kontak dengan kucing lain, lingkungan yang kotor dan ketidakmampuan kucing dalam membersihkan dirinya juga bisa menjadi alasan mengapa kucing itu dihinggapi pinjal. 

Kucing rumah
via thesprucepets.com

Kok Bisa Kucing Kena padahal Gak Keluar Rumah?

Kemungkinannya adalah kucing yang hanya berada di dalam rumah atau ruangan untuk mendapatkan pinjal tidak setinggi kucing yang bebas berkeliaran di luar rumah. Tapi, tentu saja bukan berarti kucing tidak mungkin bisa dihinggapi. Nah makanya, bahkan di dalam rumah pun kita harus selalu hati-hati nih, Cat Lovers! Rumah kita bukan tempat yang terisolasi, dan ada banyak orang yang bisa keluar dan masuk rumah, pintu dan jendela rumah juga bisa terbuka dan tertutup kapan saja. Karena bentuk pinjal kucing yang kecil, maka mereka akan bisa dengan mudah menyusup ke rumah kita. Bisa melalui sepatu, pakaian dan binatang berbulu lainnya tanpa pernah kita sadari. Serem banget ya, hii!

Ketika seekor pinjal berhasil masuk kedalam rumah, tidak perlu waktu lama bagi mereka untuk berkembang biak menjadi ribuan dan menjadi gangguan bagi kita dan kucing kesayangan kita, Cat Lovers!

Kucing bermain di karpet
via pixabay.com

Bagaimana Kucing Bisa Kena Pinjal?

Biasanya, kucing bisa dihinggapi pinjal dari 3 alasan di bawah ini nih! Umumnya, kucing yang gak keluar rumah pun bisa men dapatkannya dari:

  1. Manusia – Meskipun jarang, namun pinjal dapat memanfaatkan manusia sebagai alat transportasi mereka untuk bisa masuk ke dalam rumah. Kemampuan mereka untuk melompat secara vertikal hingga sekitar 15 cm, bukan hal yang sulit  untuk menumpang melalui pakaian ataupun melalui sepatu manusia.
  2. Hewan pengerat – Kalau di rumah memiliki masalah atau menemukan banyak tikus yang masuk, ini mungkin menjadi alasan yang kuat bagi Cat Lovers untuk memiliki masalah pinjal kucing juga. Tikus dapat membawa kutu pada tubuhnya dan menyebarkan wabah ke hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, dan bahkan manusia juga!
  3. Ketika kunjungan ke dokter hewan Alasan bagaimana kucing dapat pinjal yang satu ini memang terdengar aneh, namun poin satu ini tentu bukan hal yang mustahil bagi kucing kita untuk membawa pinjal selama kunjungan ke dokter hewan untuk vaksinasi atau pemeriksaan umum. Tidak peduli seberapa bersih kantor dokter hewan yang kita kunjungi, pinjal selalu selangkah lebih maju untuk menemukan tempat yang baik bagi mereka untuk bersembunyi!
Kucing menggaruk badan
via petcentral.chewy.com

Tanda-tanda Kucing Terkena Kutu

  1. Masalah Kulit

Iritasi kulit terjadi dalam tahap awal serangan pinjal kucing. Masalah kulit yang disebabkan oleh kutu mirip dengan serangan dermatitis sehingga kondisi ini disebut juga sebagai dermatitis alergi kutu. Benjolan, pustula, dan gatal muncul akibat sensitivitas hewan peliharaan terhadap air liur kutu.

  1. Sering Menggaruk

Karena respon alergi dan gatal terhadap gigitan kutu, kucing akan terlihat sering menggaruk tubuhnya. Ketika diperiksa dengan teliti, akan ditemukan bintik-bintik kemerahan di kulit kucing yang merupakan tanda yang ditinggalkan oleh gigitan kutu.

  1. Bulu Rontok

Akibat sering menggaruk, kerontokan bulu akan terjadi pada kucing yang terinfeksi. Jika kucing menunjukkan tanda-tanda iritasi kulit, periksa apakah terdapat area botak pada tubuh kucing sebagai tanda terjadinya serangan pinjal kucing.

  1. Lemas dan Lesu

Kucing peliharaan yang mengakami infestasi kutu akan terlihat lesu dan tidak aktif seperti biasanya meskipun mendapatkan makanan normal. Saat serangan pinjal semakin parah, hewan peliharaan akan mudah dehidrasi karena hilangnya cairan tubuh secara berlebih. Dehidrasi akibat gigitan pinjal akan lebih nampak pada anak kucing atau kucing dewasa dengan kondisi lemah.

  1. Anemia

Anemia merupakan salah satu gejala akhir serangan kutu. Semakin banyak pinjal yang hidup pada seekor kucing, makin banyak pula sang inang kehilangan darah. Kucing yang kekurangan darah akan mengalami anemia. Kondisi ini harus ditangani oleh dokter hewan dengan segera.

Pria menggaruk tangan
via medicalnewstoday.com

Bahayanya bagi Manusia

Kutu lebih suka hidup dengan anjing atau kucing, tetapi jika populasinya tumbuh, pinjal kucing dapat menyebar dan tinggal di serat karpet, sofa, tempat tidur, atau halaman rumah. Ciri-ciri gigitan pinjal biasanya dapat dikenali dengan munculnya rasa gatal, karena air liur pinjal yang mengandung antikoagulan masuk ke dalam kulit dan aliran darah. Selanjutnya, ciri akan diikuti dengan reaksi alergi seperti bengkak dan kulit yang memerah. Pada beberapa orang, gigitan pinjal juga bisa menyebabkan pusing, sulit bernafas, mual, hingga rasa nyeri pada dada.

Cara Mengatasinya

Cat Lovers bisa mengikuti beberapa cara mudah dan sederhana ini agar pinjal kucing bisa hilang:

  1. Membersihkan karpet, dan sofa di sekitar tempat kucing biasanya tidur dan makan dengan menggunakan penyedot debu.
  2. Memandikan kucing dan memberikan obat anti kutu.
  3. Secara rutin mencuci dan mengeringkan tempat tidur kucing di bawah suhu panas dengan sabun.
  4. Menyisir kucing dari kepala hingga ekor beberapa kali sehari.
  5. Untuk perlindungan ekstra, disarankan untuk memakaikan kalung anti kutu pada kucing.

2 thoughts on “Kutu Kucing dan Cara Menyembuhkannya”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *