fbpx
Ilustrasi Kucing dan Anjing

Wabah Baru Brucellosis, Dapat Menyerang Kucing dan Anjing?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Belum selesai pandemi virus Covid-19, kini muncul wabah baru lagi yang bernama Brucellosis. Sebuah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Brucella yang tengah mewabah di Lanzhou, China dan telah menginfeksi lebih dari 6.000 orang.

Apa yang dimaksud dengan Brucellosis?

Melansir dari CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), Brucellosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi bakteri ini menyebar dari hewan ke manusia atau bisa juga disebut dengan penyakit zoonosis. Manusia bisa tertular penyakit ini saat mengonsumsi produk hewani yang terkontaminasi bakteri. Hewan yang paling sering terinfeksi antara lain domba, sapi, kambing, babi, rusa, moose, banteng, dan anjing.

Banyak kasus yang penyebabnya adalah karena mengonsumsi susu mentah atau tidak dipasteurisasi. Selain itu, bakteri penyebab brucellosis juga dapat menyebar melalui udara atau melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah Brucellosis bisa menyerang hewan peliharaan manusia, seperti anjing dan kucing, di Indonesia?

Dipaparkan oleh drh Dhara Pieshesa, dokter hewan di Surabaya, penyakit Brucellosis umum terjadi pada hewan ternak di negara berkembang.

Untuk hewan peliharaan, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anjing daripada kucing. “Pada kucing, meskipun dapat terinfeksi Brucella, kucing cenderung resisten dan jarang dilaporkan adanya kasus brucellosis pada kucing,” ujarnya dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/11/2020).

Brucellosis ditularkan pada hewan peliharaan melalui kontak langsung dengan dengan hewan yang sudah terlebih dahulu terinfeksi, atau melalui makanan yang terkontaminasi dengan bakteri Brucella.

Gejala yang muncul pada hewan apabila terkena Brucellosis, antara lain:

– demam

– kekurusan

– ochitis atau peradangan pada testis

– anestrus atau tidak menunjukkan gejala estrus dalam jangka waktu lama

– arthritis atau radang sendi

– pembesaran testis

– abortus atau keguguran

Sayangnya, belum ada vaksin untuk mencegah Brucellosis pada anjing, meskipun pada hewan ternak sudah ada.

Bila kamu mencurigai hewan peliharaan kesayangan terinfeksi Brucellosis, segeralah bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan terapi antibiotik karena penyakit ini bisa disembuhkan. Sebaliknya bila dibiarkan, brucellosis bisa menyebabkan kematian, meskipun tingkat kematiannya rendah, yakni sekitar 2-5 persen.

Sedangkan pada manusia, gejala Brucellosis dapat muncul kapan saja, bukan hanya beberapa hari setelah terinfeksi, tapi beberapa bulan setelah terinfeksi.

Tanda dan gejala pada manusia mirip dengan flu, seperti:

– Demam

– Panas dingin

– Kehilangan selera makan

– Berkeringat

– Lemah

– Kelelahan

– Nyeri sendi, otot dan punggung

– Sakit kepala

Gejala brucellosis ini bisa hilang selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan kemudian kembali lagi. Beberapa orang mengalami brucellosis kronis dan mengalami gejala selama bertahun-tahun, bahkan setelah menjalani pengobatan.

Tanda dan gejala jangka panjang yang akan muncul, biasanya termasuk kelelahan, demam berulang, radang sendi, radang jantung (endokarditis), dan spondilitis – radang sendi yang memengaruhi tulang belakang dan persendian di sekitarnya.

Brucellosis Test
Foto: Shutterstock/Jarun Ontakrai

Kapan harus ke dokter?

Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Brucellosis kemungkinan sulit diidentifikasi, terutama pada tahap awal, ketika gejala yang muncul seringkali menyerupai kondisi lain, seperti flu.

Temui dokter Anda jika Anda mengalami demam yang meningkat pesat, nyeri otot atau kelemahan yang tidak biasa, dan memiliki faktor risiko penyakit, atau jika Anda mengalami demam terus-menerus.

Berikut 3 Cara Paling Umum Penyebaran Bakteri Brucellosis:

1. Makan daging setengah matang atau mengonsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi

Penyebab utama terinfeksi bakteri ini adalah dengan makan atau minum produk susu yang tidak dipasteurisasi atau mentah. Ketika domba, kambing, sapi, atau unta terinfeksi, maka susu mereka sudah pasti terkontaminasi bakteri.

Jika susu dari hewan yang tertular tidak dipasteurisasi, infeksi akan menular pada orang yang mengonsumsi susu tersebut dan atau produk keju dari susu tersebut.

2. Menghirup bakteri Brucellosis

Menghirup bakteri penyebab brucellosis juga dapat menyebabkan infeksi. Risiko ini umumnya lebih besar bagi orang-orang di laboratorium yang menangani bakteri. Selain itu, mereka yang bekerja di rumah jagal dan pengepakan daging juga berisiko terpapar bakteri dan terinfeksi.

3. Menyentuh darah dan cairan tubuh hewan yang terinfeksi Brucellosis

Bakteri dalam darah, air mani, atau plasenta hewan yang terinfeksi dapat masuk ke aliran darah Anda melalui luka. Hal ini meningkatkan risiko bagi pekerja yang melakukan kontak dekat dengan hewan atau ekskresi hewan (hewan yang baru lahir, janin, dan ekskresi yang mungkin terjadi sejak lahir).

Beberapa pekerjaan yang berisiko tinggi terpapar brucellosis:

– Pekerja rumah jagal

– Karyawan pabrik pengepakan daging

– Dokter hewan

– Pemburu binatang

Ketika mereka bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi, paparan bakteri dapat terjadi melalui luka kulit, mengonsumsi daging buruan yang belum matang, dan menghirup bakterinya.

Kontak normal dengan hewan, seperti menyentuh, menyikat, atau bermain – tidak menyebabkan infeksi.

Sejauh ini memang jarang yang terkena Brucellosis dari hewan peliharaannya, namun orang yang sistem imun tubuhnya lemah, sebaiknya menghindari penanganan anjing yang diketahui terinfeksi Brucellosis.

Brucellosis tidak menyebar dari orang ke orang, tetapi dalam beberapa kasus, wanita yang terinfeksi bakteri Brucellosis dapat menularkan penyakitnya pada saat bayi lahir atau melalui ASI.

Bakteri ini sangat jarang ditemukan menyebar melalui aktivitas seksual, melalui darah orang yang terkontaminasi atau transfusi sumsum tulang.

Orang dengan Kucing dan Anjing
Foto: tesh.com

Pencegahan infeksi Brucellosis

Untuk mengurangi risiko terinfeksi Brucellosis, tindakan pencegahan yang harus kamu lakukan di antaranya adalah:

1. Hindari mengonsumsi makanan olahan susu yang tidak dipasteurisasi

Dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, hanya sedikit kasus brucellosis yang dikaitkan dengan produk susu mentah dari ternak domestik.

Namun, yang terbaik adalah menghindari susu, keju, dan es krim yang tidak dipasteurisasi, apa pun alasannya. Jika Anda bepergian ke negara lain, hindari semua makanan olahan susu mentah.

2. Masak daging sampai matang

Masak semua daging hingga mencapai suhu internal 145 hingga 165 F (63 hingga 74 C). Saat makan di restoran, pesan daging sapi minimal dengan tingkat kematangan sedang. Saat bepergian ke luar negeri, mintalah agar semua daging dimasak hingga matang.

3. Memakai sarung tangan

Jika Anda seorang dokter hewan, petani, pemburu atau pekerja rumah jagal,  kenakan sarung tangan karet saat menangani hewan yang sakit atau mati, atau saat harus membersihkan jaringan hewan, atau saat membantu hewan melahirkan.

4. Lakukan tindakan pencegahan keamanan di tempat kerja berisiko tinggi

Jika Anda bekerja di laboratorium, tangani semua spesimen dalam kondisi keamanan hayati yang sesuai. Rumah pemotongan hewan juga harus mengikuti langkah-langkah perlindungan, seperti memisahkan lantai pembantaian dari area pemrosesan lainnya dan penggunaan pakaian pelindung.

5. Vaksinasi hewan peliharaan

Di Amerika Serikat, program vaksinasi yang agresif hampir menghilangkan Brucellosis pada kawanan ternak.

Karena vaksin Brucellosis hidup, maka dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Siapapun yang tidak sengaja terkena jarum suntik saat memvaksinasi hewan harus mendapatkan perawatan.

Nah, Cat Lovers setelah mengetahui fakta-fakta mengenai wabah virus Brucellosis di atas pastikan kamu selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan kucing peliharaan kamu ya. Salah satu caranya adalah kamu bisa menggunakan jasa Cat Grooming Neko-Kepo yang terdapat di seluruh cabang Neko-Kepo di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *